Background

Peningkatan populasi penduduk menyebabkan peningkatan permintaan bahan pangan, energi  dan  lahan.  Masalah pentingnya penyediaan pangan penduduk telah disampaikan oleh Bung Karno dalam pidatonya pada peresmian Fakultas Pertanian, IPB pada tanggal 27 Februari Tahun 1952.

Masalah penyediaan pangan akhir-akhir ini menjadi isu yang semakin penting dengan semakin tingginya laju konversi lahan pertanian tanaman pangan menjadi lahan non-pertanian, degradasi sumberdaya lahan, produktivitas yang mulai leveling off, dan perubahan iklim global yang dapat berdampak negatif terhadap produksi pangan.

Indonesia belum dapat mewujudkan kedaulatan pangan secara berkelanjutan. Beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kinerja produksi pangan adalah peningkatan produktivitas dengan teknologi baru, perakitan varietas baru, perbaikan sarana dan prasarana produksi pertanian, menekan laju konversi lahan pangan dan mencetak lahan pangan baru.

Pada masa mendatang tantangan untuk meningkatkan produktivitas mungkin akan semakin meningkat. Bioteknologi (terutama rekayasa genetika dan berbagai teknik lainnya) diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam rangka mewujudkan kedaulatan pangan di Indonesia.

Upaya penggunaan tanaman hasil rekayasa genetika untuk mendukung terwujudnya kedaulatan pangan harus dibarengi dengan hasil-hasil penelitian dan pengembangan yang efektif dan efisien. Kajian pemanfaatan tanaman hasil rekayasa genetika untuk menjawab berbagai kendala produksi di lapangan perlu segera dilakukan secara terkoordinasi.

Seluruh komponen bangsa Indonesia harus memikirkan kedaulatan pangan demi masa depan bangsa. Peran praktisi dan peneliti bioteknologi dalam membantu mewujudkan kedaulatan pangan sangat strategis dalam kaitannya dengan riset, pengembangan dan penggunaan tanaman hasil rekayasa genetika serta produk bioteknologi lainnya di Indonesia.

Dengan latar belakang itulah, Temu Pakar Bioteknologi 2012 menjadi penting untuk merumuskan langkah bersama ke depan. Partisipasi aktif stake-holder terkait pengembangan dan pemanfaatan tanaman hasil rekayasa genetika dan bioteknologi pada umumnya (mulai dari penerapan teknik kultur jaringan, seleksi in vitro, mutation breeding, kultur dan fusi protoplast, penerapan marka molekuler, serta isolasi gen, transformasi genetik dan berbagai kegiatan lainnya yang terkait) di Indonesia menuju kedaulatan pangan sangat diharapkan.

—————

Untuk mendapatkan informasi tentang biaya registrasi, melakukan registrasi secara On-line, submit abstrak secara online, atau mengakses leaflet serta Poster Temu Pakar Bioteknologi 2012, silakan gunakan link berikut ini:

Advertisements